Minggu, 15 Mei 2016

Cerita Tentang Mengapa Kita Harus Puasa Untuk Mengalahkan Nafsu

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Dalam suatu riwayat, diceritakan.
Bahwa Allah SWT Memanggil akal, kemudian Allah SWT bertanya pada akal.

"Man Ana ? Wa Man Anta ?" ~ "Siapakah Aku ? dan Siapakah Kamu ?"

Kemudian Akal menjawab.

"Engkau adalah Rabb ku, dan aku adalah hambaMu (kawula yang dhaif *yang saya dengar dari Ummi)"

Kemudian Allah SWT memanggil nafsu, dan Allah SWT bertanya dengan pertanyaan yang sama.

"Man Ana ? Wa Man Anta ?"

lalu nafsu menjawab pertanyaan tersebut.

"Engkau adalah engkau, dan aku adalah aku"

Karena itu Allah SWT menghukum nafsu di neraka selama 100 tahun. Kemudian Allah SWT mengangkat nafsu, dan bertanya kembali.

"Man Ana ? Wa Man Anta ?"

alangkah kerasnya nafsu, nafsu tetap menjawab dengan jawaban yang sama.

"Engkau adalah engkau, dan aku adalah aku"

Karena itu Allah SWT menghukum kembali nafsu di neraka lapar selama 100 tahun. Kemudian Allah mengangkat nafsu dari neraka dan bertanya kembali dengan pertanyaan yang sama.

"Man Ana ? Wa Man Anta ?"

Setelah hukuman di neraka lapar, barulah nafsu menjawab seperti jawaban akal.

"Engkau adalah Rabb ku, dan aku adalah hambaMu"



Nah, dari cerita itu bisa dipetik pelajaran, bahwa nafsu terkadang tidak bisa dijinakkan hanya dengan siksaan biasa. Tetapi dengan merasakan lapar nafsu menjadi tunduk dan merendah kepada Allah SWT. Tuhan Semesta Alam.


Wallahulmuwafiq ila aqwamitthoriq


Segala Kebenaran datangnya dari Allah SWT, dan bila ada kesalahan itu datangnya karena kebodohanku.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar